Kamis, 20 Maret 2014

Teringat Sesuatu

Apa yang ingin kukejar kini telah tergenggam,
Apa yang tergenggam kini hampir terbengkalai,
Ingin mengejar kembali tapi kaki terikat rantai,
Berusaha mengejar lagi dengan langkah dan berbenah.

Sabtu, 25 Januari 2014

Repost : Pipiriyai

Cinta adalah sebuah perasaan.

Untuk apa kau katakan cinta?
Nanti dia berubah menjadi perkataan, bukan lagi perasaan.

Untuk apa kau utarakan cinta?
karena bisa jadi dia ada di selatan.

Untuk apa kau kemukakan cinta?
karena cinta itu untuk hati bukan untuk muka.

Jika kau cinta karena hati, ia akan tumbuh menjadi perhatian.
Jika kau cinta karena muka, ia hanya akan ada di permukaan.

Makin banyak hati, akan menjadi hati-hati.
Makin banyak mata, akan menjadi mata-mata.
Maka jagalah hati, sehingga mata pun akan terjaga.
Jika mata biasa memandang hal kotor, hati pun terkotori.

Saat kau hanya ungkapkan cinta lewat kata,
nanti ia hanya akan menjadi ungkapan kata.
Jika memang cinta itu misteri, mengapa diungkapkan?
Sebab jika cinta terungkap, tidak akan menjadi misteri lagi.

Cinta adalah anugerah,
Bukalah jendela hati, agar ia tidak merasa gerah
Dan jika kau tidak percaya,
Bukalah pintu hati, agar ia mendapat cahaya.

Ada yang merasakan cinta segitiga,
Ada pula yang menginginkan cinta segitunya.
Sehingga ada yang mendapatkan sepertiga cinta,
Ada pula yang tampak seperti gak cinta.

Akankah kau percaya dengan orang yang bilang cinta mati?
Bilakah memang dia cinta mati, mengapa dia masih hidup?
Karena cinta yang membuat hati menjadi semakin hidup,
Maka hidupkanlah cintamu agar hatimu tidak mati.

Sebarkanlah cinta atas dasar ikhlas,
Agar kau semakin mencintai keikhlasan,
Cintailah Dia Yang Maha Indah, Yang mencintai keindahan.
Yang menjadikan rasa cinta ini menjadi terasa begitu indah.
Pipiriyai

Kamis, 23 Januari 2014

BERI AKU SAYAP (Tsubasa O Kudasai)

Jika aku diberikan sebuah pengharapan
Jika itu jadi kenyataan
Tolong beri aku sayap
Di punggungku, seperti seekor burung
Beri aku sayap berwarna putih

Aku akan mengepakkan sayapku di angkasa
Untuk terbang jauh
Bebas dari penderitaan di langit nan luas
Akan kukepakkan sayapku.... Menjauh...

# Nomura Tomoko (Great Teacher Onizuka 2012 Remake)

Minggu, 12 Januari 2014

Di Balik Kemudahanku ??? -_- -_-

Langit pun tak tersenyum bulan ini. Selalu dengan murung mendung, bersama tangisan – tangisan hujannya. Matahari pun terkadang juga nampak sebentar. Sekedar menyapa. Menyambut hari yang tengah aku jalani, atau apa. Entah.

Sesekali pernah terdengar. Omongan orang – orang sekitar. Keluarga, tetangga atau yang sering aku temui di sekian hari – hariku, sahabat dan teman – teman. Jika kalian bertanya, “Siapa sih Rio itu ?”. Jawabannya pasti berbeda – beda di setiap pemikiran orang. Banyak yang menilaiku ini orang yang baik. Dan tak sedikit pula orang menilaiku dengan keburukanku. Semua bebas menilai siapa aku, yang kutahu aku adalah “aku”. Dan yang mengetahui siapa aku sebenarnya hanyalah aku sendiri dan Sang Pencipta. Dan apabila kalian bertanya padaku mengenai siapa diriku, jangan berpikir aku orang yang hebat. Aku hanya manusia. Manusia yang harus memenuhi tugasnya di sepanjang jalan hidupnya, bersama kelebihan dan kekurangannya. Itu saja. Deskripsi aku baik atau buruk itu terserah penilaian kalian bagaimana kalian memandang seorang aku ini.

Dan apabila kalian sempat berpendapat, “Rio keren, apa yang dikecimpunginya pasti berhasil. Selalu disampingnya ada teman – teman yang akrab. Dan dirasa sekelilingnya itu mudah baginya. Sampai – sampai dia sering diandalkan oleh teman – temanya.”, yaitu pendapat seperti itu, tidak semuanya benar. Jangan anggap aku ini hebat, kuat, keren apalagi super. Tidak. Aku hanya manusia biasa. Sama seperti kalian. Yang kulakukan hanya melakukannya sebisa yang aku mampu. Apabila di mata kalian aku memang seperti itu, hanya satu yang dapat kuucapkan, Terima Kasih. Namun ingat bahwa aku ini hanya seorang manusia biasa yang sama seperti kamu, kalian, dia, mereka dan semuanya. Meski aku terlihat selalu dikelilingi kemudahan, aku selalu melihat titik hitam pekat tak pernah hilang di suatu sisi, saat aku menoleh.

Tapi, satu yang kuyakini. Di sini kita manusia, diberi kaki untuk melangkah menuju perubahan. Diberi pikiran untuk mengusung perubahan. Dan diberi hati untuk memimpin perubahan. Selama apa yang ingin kita lakukan dirasa kita mampu melaksanakannya, maka akan mudah bagi kita untuk menjalaninya, melakukannya dan mengerjakannya. Tanpa ada beban yang berat yang terpikirkan menghambat semuanya. Dan aku melakukan semua yang kulakukan sesuai denga porsi yang kurasa cukup untukku. Mungkin itu yang membuat perjalananku dirasa mudah. Dan mungkin itulah di balik kemudahanku...

“Saat kita hendak melaju menuju suatu titik, tetapi langkah yang diambil tidak disesuaikan dengan porsi kita, pastilah kita akan kesulitan dan tersesat. Meskipun itu di jalan lurus berkilo – kilo meter di padang luas tanpa obyek yang menghalangi.”
.........

Sabtu, 11 Januari 2014

Different

"Terkadang kita harus berbeda, tetapi tak lepas dari menjadi diri sendiri"

Selasa, 07 Januari 2014

Tetap Saja Aku Kalah

Jauh sudah aku persiapkan semua ini. Semangat, tenaga, bahkan hingga materi pun ludes. Hari ini pun hari terakhir dimana aku dan kawan - kawanku berperang menuju tes akhir. Awal, kami tengah tak berhasil. Bahkan mungkin gagal. Semua yang aku kerjakan tak ada yang menyala. Semua seperti mati tak bernyawa. Seakan menolakku. Hingga akhirnya aku tertunduk hingga pada hari ini.

Aku pun salah...

Aku berharap baik dan sempurna hari ini. Semua sudah ku persiapkan sematang mungkin. Ku periksa lagi tak ada yang cacat dan sebagainya. Namun aku pun salah. Pagi ini kuawali dengan hal buruk, kuanggap itu hanya sepele. Tak penting. Bahkan mungkin hanya selingan pagi. Detik, menit, jam kupenuhi dengan membaca dan menghafal. Hingga deadline yang ditunggu pun tiba.

Aku pun kalah...

Saat yang paling ditunggu. Yang paling dinanti. Yang paling membuatku tidak bisa bernafas lega selama ini. Sudah berdiri diambang pintu. Langit waktu itu rasanya gelap sekali. Pikiran kemana - mana nggak bisa fokus. Akhirnya giliranku datang untuk berperang. Saat itu tengah dikejar waktu. Sehingga aku lupa mana yang tadi seharusnya kupegang. Dan saat itu dimula, hancur sudah. Semua tak berjalan secara sempurna. Semua yang terencana hangus begitu saja. Hanya karena tergesa - gesa dan tak teliti. Itu saja. Hingga pada akhirnya aku seperti mendapat tamparan keras. Di sini aku memepelajari sesuatu. Sesuatu yang membuat aku bercermin kembali. Dan aku pun kalah. Oleh diriku yang lalai.

"Keberhasilan itu tak datang sendiri. Dia harus dijemput bersama usaha, semangat, ketelatenan, do'a serta pengorbanan. Dan mereka akan turut serta bersama manusia yang mengawali harinya dengan hal baik."