Tampilkan postingan dengan label Ungkapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ungkapan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Agustus 2013

Hidup Indah Itu Mudah

Gitu aja koq repot.

Haaaaa. Iiiih. Uuuh

.Pasti sebel ya kalo ada orang yang bilang gitu. Kita ngomong njelasin ke sana kemari, panjang lebar dan orang kita ajak ngomong cuma bilang "Gitu aja koq repot". Pasti jengkel kan ?

Hahaha....

Tapi kata "Gitu aja koq repot" kalau diambil positifnya, secara tidak langsung menegur kita untuk menerima hidup ini apa adanya. Biarlah orang lain menjalani kehidupan mereka seperti apapun bentuknya. Yang penting kita tetap dalam prinsip hidup kita yang apa adanya.

Nggak usah pengen seperti orang lain. Yang penting kita masih menjalani kehidupan ini dengan bahagia....

Gitu aja koq repot... ^_^

Sabtu, 10 Agustus 2013

Batu Dibalik Udang

Mereka ada apanya.
Gue apa adanya.

Hahahahha.
Semboyan yang luar biasa. Semboyan di atas secara tidak langsung mengarah pada makna kejujuran hati.

Mereka ada apanya.
Berarti menunjukkan suatu perbuatan seseorang yang bisa jadi mereka berbuat sesuatu itu karena ada maksud tertentu yang tersembunyi. Seperti udang dibalik batu. Yang mengarah pada suatu maksud tersembunyi.Di mana orang tersebut tidak ikhlas dalam mengerjakan sesuatu karena ada maunya.

Gue apa adanya.
Dalam kata "apa adanya" di sini, dapat diartikan sederhana, jujur, orisinil dan tak punya maksud yang  apa - apa. Dalam artian melakukan sesuatu hal itu ya melakukan bagai air mengalir. Seperti yang diamanahkan dan ikhlas dalam menjalaninya.

Udang di atas batu, jangan udang dibalik batu. ^_^

Selasa, 06 Agustus 2013

Sahabat

Duduk nggak harus rendah....
Berdiri nggak harus tinggi....

Setara. Saling mengerti. Itulah "Sahabat".
Sahabat sejati adalah sahabat yang tidak memandang siapa kita. Bagaimana latar belakang kita. Bagaimana financial kita. Bagaimana tingkat IQ kita. Bagaimana terpuruknya kita...

Tidak.....

Sahabat sejati adalah sahabat yang selalu menemani. Menjaga hati kita. Mendukung dan mengoreksi kita. Memberi semangat dalam kemajuan diri kita. Selalu hadir dalam suka dan duka. Meminjamkan bahunya di kala kita susah. Dan bersama - sama menjalani hari dengan penuh senyuman bahagia di antara kita semua.

Kita bersama kawan....... ^_^

Senin, 05 Agustus 2013

Matematika Kesuksesan

(Niat + Ide + Usaha + Optimis) x Do'a = Sukses

Segala hal kesuksesan ataupun kegiatan, pasti berawal dari Niat. Niat merupakan hal dasar yang mengawali berjalannya suatu perbuatan dalam hidup ini. Jika dihubungkan dengan kesuksesan. Niatlah yang berperan besar dalam hal itu. Karena Niat adalah hal pertama yang men-trigger faktor - faktor kesuksesan lainnya. Bayangkan saja kalau tak ada niat, pasti malas untuk bergerak.
Berikutnya adalah Ide. Ide atau gagasan merupakan pintu menuju kesuksesan. Kalau Ide adalah pintu, niat adalah kuncinya. Dengan adanya ide, gerakan kita akan lebih jelas mau dibawa kemana nantinya. Apakah dibawa maju ? Dibawa terbang ? Atau menyelam ?. Itulah gunanya ide. Inovasi - inovasi baru tiada batas memberikan kesempatan baru untuk meraih suatu kesuksesan.

Usaha. Adanya ide tanpa diusahakan adalah sia - sia. Dan dapat mengakibatkan kegagalan. Jangan sampai kau lelah dan menghentikan idemu di tengah jalan begitu saja tanpa kau teruska dengan semangat. Ingat! segala sesuatu hal itu tidak bisa berjalan sendiri, semu butuh pergerakkan. Jika ingin sukses, ayo kita bergerak.

Selanjutnya Optimis. Optimisme itu sangat penting. Berpikir bahwa segala sesuatu yang dilakukan akan berjalan dengan baik dengan resiko sekecil mungkin yang dapat teratasi. Selalu berpikir positif tanpa adanya rasa takut akan gagal yang menghantui. Yang mengakibatkan munculnya rasa pesimisme dalam diri kita. Dan nantinya justru kesuksesan akan jauh pergi meninggalkan kita. Oleh karena itu, dibutuhkan rasa optimisme untuk ditanamkan dalam diri kita.

Yang paling penting di sini adalah Do'a. Jangan pernah kita melupakan untuk tetap berdo'a kepada Allah SWT. Karena tanpa kehendaknya, berusaha sekuat apapun, kita tetap takkan mencapai finish. Do'a merupakan unsur yang berperan penting dalam kesuksesan. Jadi jangan lupa untuk tetap berdo'a.

Yang terakhir. Sukses sebenarnya bukan apa yang kita capai pada akhirnya. Namun sukses adalah cara bagaimana kita mencapainya. Sukses itu perjalanan, bukan hasil akhir. ^_^

Minggu, 04 Agustus 2013

Makna "Balas Dendam" Dalam Lelucon

"Jika ada orang melemparmu dengan batu,
jangan balas dengan batu, balas dengan bunga,
tapi pastikan kau melempar bunga itu beserta potnya."

Lucu ya kata - kata di atas ? Tapi tahu tidak apa maksud di dalamnya dari lelucon di atas ? 

Sekilas memang lucu, tapi tahu nggak kalau lelucon itu mengandung makna "Balas Dendam" ?. Coba kita petik arti dari masing - masing baitnya.
Jika ada orang melemparmu dengan batu.
Bait di atas memiliki arti, bahwa ada seseorang entah dia orang dekat atau orang jauh, sedang melakukan perbuatan yang sangat mengganggu sekali terhadapmu dan kau mengenal atau tahu orang itu. Kata "Batu" di sini bisa diartikan suatu gangguan yang bisa dibilang gangguan sepele namun mengganggu sekali.

Jangan balas dengan batu, balas dengan bunga.
Dari bait di atas sudah jelas mengatakan kalau kita harus membalas perbuatan orang tersebut. Namun tidak dengan perbuatan yang sama, tapi lebih halus yang diartikan dari kata "Bunga" tapi meski begitu tetaplah balas dendam.

Tapi pastikan kau melempar bunga beserta potnya.
Ini makna sesungguhnya, meski membalas secara halus, tapi balasan tersebut akan membuat orang itu lebih menderita dan lebih tersakiti. Karena makna "Bunga beserta potnya" adalah perbuatan membalas secara halus yang mengakibatkan penderitaan yang begitu pedih nantinya.

Jadi, bagaimanapun bentuknya, yang namanya membalas perbuatan buruk dengan perbuatan buruk tetaplah disebut balas dendam. Oleh karena itu jangan sekali - kali melakukan balas dendam. Ingat dosa. Meski cuma lelucon, tapi ada makna tersembunyi dalam sebuah lelucon lho..... ^_^

Rabu, 22 Mei 2013

Manusia

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa berguna bagi sesamanya.
Sebijak-bijaknya manusia adalah yg tau bagaimana harus menempatkan diri.
Untuk tidak memojokkan yg bersalah dan melambungkan yang benar.
Yang dapat berlaku adil di atas perbedaan dan emosi. 

By : Ratna Dwi Palupi , D4 ELKA B 2011 , PENS